Karaeng Pattingaloang Meneropong Dunia dari Somba Opu
Nama lengkap Karaeng Pattingalloang adalah I Mangadacinna Daeng Sitaba, putra I Mallingkaang Daeng Manynyonri yang bergelar Karaeng Katangka Karaeng Matoayya Tumenanga Ri Agamana yang juga bergelar Sultan Abdullah Awwalul islam dengan Jabatan Raja Tallo merangkap Karaeng Tuma'bicara Butta (Mangkubumi) Kerajaan Gowa pada masa pemerintahan Raja Gowa XIV Mangnga'rangngi Daeng Manra'bla. Karaeng Pattingalloang merupakan putra Raja Tallo I yang tertinggi derajatnya (anak ti'no) diantara 29 saudara-saudara ayahnya. Lahir pada bulan agustus 1600 (menurut lontara' bilang Gowa-Tallo).
Menguasai bahasa asing dan ilmu pengetahuan barat. Ia mewariskan sejumlah 1138 perahu galley untuk kerjaan Gowa lengkap dengan senjata mariam (dicatat oleh teleskom Galileo pertama pada tahun 1609). Berhasil menjadikan Makassar sebagai entrepot perdagangan kain sutra, keramik china, katun india, kayu cendana timur, rempah rempah maluku dan Intan Berlian, beliau juga menjadikan bandar Makassar yang paling ramai di Asia Tenggara dan paling bersih, cantik dan nyaman di Kawasan Timur.
Sebelum meninggal dunia pada tanggal 15 September 1654, Karaeng Pattingalloang mahasarjana tanpa gelar dan doctor menyampaikan pappasang (pesan) kepada orang-orang yang akan ditinggalkannya bahwa ada 5 sebab runtuhnya suatu kerjaan besar, yaitu ;
A. Punna tenamo n aero ni pakainga karaeng ma'gauka (Bilamana Raja yang memerintah tidak mau lagi dinasehati atau diperingati)
B. Punna tenamo tumangasseng i lalang pa'rasanganga (Bilamana tidak ada lagi cerdik cendekia di dalam negeri)
C. Punna angngalle ngasengmi soso pa'bicarayya (Bilamana Hakim/pejabat kerajaan pada makan sogok)
D. Punna majai gau' lompoa ilalang pa'rasangnga (Bilamana terlampau banyak kejadian besar di dalam negeri)
E. Punna tenamo nakamaseangi atann Karaeng ma'gauka (Jika raja yang memerintah tidak lagi menyanyangi rakyatnya)
Museum Karaeng Pattingalloang di Taman Budaya Benteng Somba Opu menyediakan informasi lebih jauh terkait Karaeng Pattingalloang dan benda-benda peninggalan sejarahnya.
Destinasi budaya Lainnya
Terdapat banyak destinasi budaya yang wajib dikunjungi di Sulawesi Selatan