Tudang Sipulung dikenal oleh masyarakat petani di Sidenreng Rappang sekitar abad XV M, yang pertama kali dicetuskan oleh seorang petani yang terkenal kepintarannya yang bernama Nenek Mallomo atau dikenal pula dengan nama La Pagala, beliau adalah ahli piker Suku Bangsa Bugis pada zamannya. Pada zaman beliaulah upacara tudang sipulung mulai dilakukan. Adapun maksud upacara tudang sipulung pada waktu itu antara lain untuk menyeragamkan waktu pembibitan, untuk menyeragamkan waktu penanaman, dan untuk menyeragamkan waktu panen. Upacara musyawarah tudang sipulung yang selalu diselenggarakan oleh para petani setiap tahun di kecamatan Panca Rijang, merupakan salah satu upacara yang bersifat kemanusiaan. Di dalamnya dibicarakan masalah yang ada hubungannya dengan manusia,terutama masalah bahan makanan.
 about-img

Destinasi budaya Lainnya

Terdapat banyak destinasi budaya yang wajib dikunjungi di Sulawesi Selatan