Upacara Mappogau Sihanua adalah suatu upacara adat terbesar yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan oktober atau november oleh masyarakat pendukung kebudayaan Karampuang. Upacaranya berlangsung dengan sangat meriah, diikuti oleh ribuan orang dan dipusatkan di dalam kawasan adat Karampuang. Upacara Mappogau Sihanua ini berlangsung dalam beberapa tahapan sebagai berikut : Mabbahang, adalah musyawarah adat yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Mappaota, adalah sebuah ritual permohonan izin atau restu untuk melaksanakan upacara besar ini. Mabbaja-baja, adalah kewajiban seluruh warga untuk membersihkan pekarangan rumah, menata rumah, membersihkan sekolah, pasar, jalanan, sumur dan yang paling penting adalah lokasi upacara. Menre Bulu. Puncak acara Mappogau Sihanua adalah tiga hari setelah mabbaja- baja. Acara menre bulu atau naik gunung diawali dengan proses yang rumit. Massulo Beppa artinya menerangi kue. Pada acara ini, kue-kue yang disiapkkan oleh warga dan dibawa dari rumahnya masing-masing ditempatkan ke dalam suatu wadah khusus yang disebut halaja yang terbuat dari hompong atau pucuk enau. Mabbali sumange. Pelaksana dalam acara mabbali sumange adalah Sanro. Malling. Tahapan akhir dari upacara adat ini disebut dengan malling atau berpantang yang dimulai 3 harisetelah acara mabbali sumange. Pantangan itu sendiri meliputi : temappacera (memotong hewan ternak), temaraungkaju (membuat sayur dari daun) serta mapparumpu atau melaksanakan ritual sendiri.
Destinasi budaya Lainnya
Terdapat banyak destinasi budaya yang wajib dikunjungi di Sulawesi Selatan